Rabu, 09 Desember 2009

But i don't.




Aku akan pergi, kamu tau?
Aku akan pergi begitu jauh hingga nanti kamu tidak lagi bisa menemukan dimana aku ada.
Dan nanti namaku hanya akan menjadi sebuah kenangan yang lamat-lamat dibisikkan angin sore.
Bercampur dengan aroma serbuk bunga lonceng


Aku akan meninggalkanmu.
Karena cinta yang kau tawarkan kemarin, hari ini, lusa dan katamu mungkin selama-lamanya itu,
sudah melarut karena sakit yang dibawa mentari,
menghilang bersama awan yang membungkusnya dan meluruhkannya sebagai hujan.
Ya sayang, hujan.
Bukan lagi cinta.



------

Piglet : How do you spell LOVE?
Pooh : you don't spell it. You feel it


------


PS : but i don't.






Kamis, 03 Desember 2009

Adilkah atau tidak?

Benar. Bahwa hidup itu memang tidak pernah adil.
Dan sebuah pertanyaan "adilkah atau tidak?" hanyalah sebuah pertanyaan yang absurd dan terdengar gamang ketika kamu sodorkan pada dunia.
Tapi mengapa dia masih ingin mempertanyakannya?
Perkataanmu melukainya.
Setiap partikel terkecil dalam dirnya bereaksi terhadap huruf demi huruf yang keluar dari bibirmu. Seperti pisau kecil yang menyayat-nyayat setiap inci kulit.


Semalam dia terdiam. Duduk terpaku. Gagu di depanku.
Pertanyaan itu "adilkah atau tidak?" terus berputar dalam kepalanya.
Seperti putaran kuda kayu di pasar malam, dengan lampunya yang berkelip terlalu terang, tangisan para balita dan ibu-ibu yang berteriak memanggil-manggil anaknya.
Pusing. Pikuk. Penat.


Lama akhirnya ia tersadar, mempertanyakan keadilan adalah seperti mempertanyakan sebuah pertanyaan retorik, yang dijawab dengan senyuman sinis dan pandangan kasihan.
Naif.

Tapi dia masih disini,
Rasa sakit itu belum cukup hebat untuk membawa kakinya beranjak dan meninggalkanmu dibelakang.
Masihlah dia mengesampingkan mimpi-mimpinya dan menempatkanmu di urutan depan dari antrian.


Nanti, ketika tidak ada lagi alasan untuk tinggal.
Nanti, ketika lampu jalan yang menemaninya sudah meredup ditiup malam,
Nanti, ketika tiketnya sudah habis terjual, tak perduli berapapun lamanya kau sudah menunggu,
Mungkin, dia akan berbalik pergi.

Seperti daun perdu mati yang terlepas dari rajutan rantingnya,



mengalir ke muara,




dan tak pernah kembali.....











02 Desember 2009,
ketika lampu-lampu mulai di hidupkan dan dramanya resmi berakhir...


with love,

Selasa, 01 Desember 2009

Sebuah mantra abrakadabra



Saya kangen kamu.
Kamu yang super sibuk dan selalu lupa pada saya.


Saya kangen kamu.
Kamu yang selalu menuduh saya manja karena rasa kangen saya.

Saya kangen kamu.
Maupun jaketmu yang hangat, tawamu yang bersahabat, dan semua efek essential yang ada padamu yang membuat saya rindu.


Saya kangen kamu.
Dan saya ingin kamu ada sekarang. Dihadapan saya. Muncul tiba-tiba seperti kebiasaanmu.
Sekarang. Detik ini.

Dan saya tidak peduli apakah saya manja atau tidak meminta ini.


Because you said it before, that my wish is your command....


-Pontianak, 26 November 2009-




Dan benar saja.
Tau-tau dia sudah berdiri di depan pintu kantor, kemarin sore.
Tepat dihadapan saya.

Dear tuan muda, terkadang saya mulai percaya, bahwa kamu bisa melakukan apa saja sengihnampakgigi

Dan mari kita coba lagi.....


Saya mau, tahun baru nanti, kamu juga ada disini. Bersama saya. Boleh ya?
Alakazam..... kenyit








 
Template by suckmylolly.com